Pengertian self Hipnotis

Pernahkan anda terhipnotis oleh pikiran anda sendiri..? dan apa yang anda lakukan...?

Sebelum masuk pada pengertian self hipnosis, perlu kami sampaikan bahwa manusia memiliki dua jenis pikiran yang mengendalikan perilaku setiap individu.




Kedua pikiran tersebut adalah pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sedangkan pengertian Self hipnotis merupakan perlakuan untuk memasuki pikiran bawah sadar kita sendiri sehingga kita dapat melakukan pembenahan ulang terhadap pikiran bawah sadar kita dan juga membersihkan data yang bertujuan untuk memberdayakan kita sendiri.

Self hipnotis ini tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Karena dari kedua pikiran yang kita miliki, ternyata pikiran bawah sadar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kita. Bahkan pikiran bawah sadar kita menyumbang sebesar 88% terhadap perilaku kita. Tentunnya nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh pikiran sadar kita yang hanya 12%.
Jika kita berhasil masuk di pikiran bawah sadar kita sendiri dengan teknik self hipnotis. Maka kita dapat melakukan berbagai instruksi kepada pikiran bawah sadar kita untuk melakukan tindakan – tidakan positif dan menghilangkan pengaruh negatif sesuai dengan keinginan kita sehingga tentunya dengan begitu kita dapat diberdayakan oleh pikiran kita sendiri.


semoga dengan adanya informasi di atas anda tahu akan self hipnotis tersebut.

Read More...

Posted by Iwan Kiddy | di 16.12 | 0 komentar

Fakta - Fakta mengenai kebohongan

terkadang bohong sulit dan mudah untuk di ucapkan, tetapi lebih bnyak mudah terpapar kan dari pada tidak berbohong. Di era modern dan digital, jauh lebih mudah dan umum bagi orang untuk berbohong. Anonimitas di internet memungkinkan kita untuk mengatakan apapun yang kita inginkan, terlepas benar atau salah, baik atau kejam, dengan tidak ada konsekuensi.



Sementara film dan televisi berhasil menciptakan teori menarik tentang cara mendeteksi pembohong, kenyataannya sulit untuk mendeteksi kebohongan. Dr Jeff Hancock dari Cornell University adalah ahli dalam bidang berbohong dan penipuan.

Dalam buku The Brave New World of Lying dan Deception, ia memaparkan empat temuan penting seputar kebohongan, seperti dilansir Yahoo:

Kita melakukannya setiap hari

Manusia berbohong, rata-rata sekira satu kali per hari, apakah lewat komunikasi tatap muka, di telepon, atau digital.

Sulit mendeteksi

Nyatanya, mata tidak selalu mengindikasikan kebohongan. Kita percaya bahwa mempelajari gerakan mata dan/atau perubahan suara seseorang akan membantu kita mendeteksi kebohongan seseorang. Kedua cara tersebut, tandas Dr Jeff, sebenarnya bisa dimanipulasi.

Berbohong untuk mendapatkan pasangan

Sekira 80 persen profil orang yang mencari jodoh lewat kencan online di Match.com memiliki setidaknya satu kehobongan, yakni soal tinggi, berat, dan usia. Kebohongan apa yang paling sering dilakukan wanita? Berat badan. Bagaimana dengan pria? Tinggi badan.

Alasannya, kedua hal tersebut lebih mungkin untuk berubah (misalnya, dengan diet, sepatu hak tinggi, dan lain-lain), berbeda dengan usia yang cenderung tidak bisa dibohongi, kecuali jika Anda menggunakan perangkat lunak pengeditan foto atau make-up berlebihan.

Kalimat pembohong

Profil pembohong bisa diketahui lewat tiga hal, yakni:

- Kerap mengeluarkan pernyataan dengan kata "saya" (yang memungkinkan seseorang untuk secara psikologis terkesan jauh dari kebohongan)

- Kerap menggunakan kata-kata "pengecualian", seperti "tetapi", "kecuali", "selain", dan lain-lain (untuk mengurangi kompleksitas dari kebohongan).

Lebih sering menunjukkan emosi negatif (apa lagi sesaat)

Dr Jeff menyebut faktor terakhir ini sebagai “menutupi rasa bersalah dengan kebohongan”. Misalnya, seseorang yang mengatakan, “Kecelakaan di jalan tadi yang membuat saya terlambat sampai kantor. Sungguh mengerikan”. Ini juga merupakan metode bawah sadar untuk merangsang rasa kasihan atau simpati dari pendengar, yang kemudian kurang terfokus pada kebohongan yang coba ia tutupi.

Read More...

Posted by Iwan Kiddy | di 00.57 | 0 komentar

Pelatihan Capacity Building Bagi Pembina dan Pengelola PIK Tahapan Tegak se Propinsi Riau

Dear all...

Wah gak terasa tepatnya 22 Juni 2011 lalu tim fasilitator dari STAR PKBI Riau baru aja selesai memfasilitasi kegiatan Pelatihan Capacity Building bagi Pembina dan Pengelola PIK se Propinsi Riau.

Kegiatan pelatihan yang terdiri dari 10 angkatan ini sementara telah menyelesaikan 5 angkatan yang terdiri dari 1 angkatan untuk pembina PIK dan 4 angkatan untuk pengelola PIK se Propinsi Riau.

Kegiatan Pelatihan yang diikuti oleh remaja - remaja beprestasi di Riau ini diadakan selama 3 hari pada setiap angkatannya.

Pada kegiatan ini para pembina dan pengelola PIK difasilitasi oleh tim fasilitator dari STAR PKBI Riau. Pada pelatihan kali ini peserta mendapatkan konsep - konsep pendidikan sebaya yang baik sehingga ketika kembali ke daerah asal peserta dapat menjadi pendidik sebaya bagi teman-teman di lingkungannya baik di rumah maupun di sekolah. Peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR + yaitu Seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS + PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan).

Diharapkan dengan adanya pelatihan capacity building ini dapat menambah kapasitas pendidik - pendidik sebaya sehingga dapat menularkan informasi yang benar dan berguna bagi perkembangan remaja.

Kegiatan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan capacity building tahapan tegak yang akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Juni 2011 yang terdiri dari 3 angkatan.

Read More...

Posted by AAP | di 00.20 | 1 komentar

Daun Sirsak, Sang Pembunuh Sel Kanker


KANKER menjadi momok banyak orang di seluruh dunia hingga kini. Saat banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata menyimpan keunggulan ini.

Beberapa waktu lalu, Taman Wisata Mekarsari mengadakan demo pengolahan daun sirsak yang diberikan secara gratis kepada pengunjung untuk ke-12 kalinya. Kegiatan bertujuan memberikan informasi bagaimana mengolah sirsak dengan baik untuk dijadikan obat alternatif membunuh sel kanker.

Selain melihat langsung demo pengolahan daun sirsak, pengunjung juga bisa melakukan tanya jawab seputar pengobatan kanker secara herbal dan disuguhkan pengetahuan menarik mengenai seluk beluk budidaya tanaman sirsak dan pengolahan daun untuk obat herbal penyakit kanker. Penasaran bagaimana sirsak mampu menjadi pembunuh sel kanker?

Setiap bagian sirsak bermanfaat

Nama sirsak berasal dari bahasa Belanda “zuur zak”, artinya buah yang asam. Bagian tanaman mulai bunga, daun, buah, biji, kulit, dan akar dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.

Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun kerontokan rambut dalam jumlah besar.

Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat.

”Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis tempat Anda selama ini melakukan pengobatan. Sebab, dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap sirsak atau obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan senyawa dalam daun sirsak,” jelas Stefanus, herbalis dari Herbacure, dalam pemaparannya.

Cara pengolahan

Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari memaparkan cara pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah kanker, berikut ini:

1. Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-15 lembar) direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3-4 pekan.

”Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang,” terang Darmawan.

2. Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun sirsak.

”Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi,” papar Darmawan.

3. Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins.

Ekskresi sel kanker yang mati bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya.

4. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.

Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.

Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender.

”Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua (perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses kimiawi,” terang Stefanus.

Reaksi pengobatan

Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak umumnya bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 3 kali sehari meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1 bulan konsumsi rutin.

”Bila reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai dari pemilihan alat dan bahan, teknik pengambilan daun, cara pengolahan, bahkan teknik konsumsinya apakah rutin atau tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib dipenuhi agar hasilnya maksimal,” saran Stefanus.

Ia menambahkan, cek kondisi penyakit Anda sebelum pengobatan dan periksa kembali dua pekan setelah pengobatan untuk melihat sejauh mana reaksi pengobatan dengan metode ini. Bila tidak ada pengaruh selama dua bulan konsumsi, padahal sudah menjalankan pengolahan dengan benar, maka pengobatan dengan olahan daun sirsak ini bisa ditingggalkan.

”Untuk penderita maag yang khawatir asam lambungnya naik karena konsumsi buah sirsak yang agak asam, sebaiknya mengonsumsi buah 1 jam setelah makan. Bila menderita sakit maag yang cukup akut, konsumsi buahnya bisa dilakukan dengan cara mengukus daging sirsak terlebih dahulu agar rasa asam berkurang,” tutup Stefanus.

Sumber :okezone.com

Read More...

Posted by AAP | di 13.48 | 0 komentar

Air + Sinar Matahari = Bahan Bakar

Departemen Energi AS telah memberikan $ 122 juta untuk mendirikan sebuah pusat riset di California untuk mengembangkan suatu metode yang dapat menghasilkan bahan bakar terbuat dari sinar matahari.

Peneltian ini mengambil ide dari fotosintesis pada tumbuhan. Selama bertahun-tahun, para peneliti mencari cara untuk meniru fotosintesis, bagaimana cara tanaman dapat menangkap energi matahari dan menyimpannya dalam bentuk ikatan kimia dengan pemisahan air dan karbon dioksida. Pusat riset ini dibangun untuk menemukan bahan katalis dan fotovoltaik yang lebih efisien, yaitu bahan buatan semacam zat klorofil pada daun.

Salah satu terobosan terbesar tentang masalah ini berasal dari laboratorium Nocera Dan di MIT dua tahun lalu. Nocera, seorang profesor kimia, mengembangkan katalis yang sangat efisien yang dapat memecah air menjadi oksigen. Sedangkan peneliti dari lembaga lainnya terus merancang materi yang dapat menangkap cahaya matahari lebih efisien.

Sun-soaked silicon: Para peneliti di Pusat Penelitian Bersama Untuk Fotosintesis Buatan akan bekerja untuk mengoptimalkan perangkap cahaya matahari yang terbuat dari micro silikon seperti yang terlihat pada gambar diatas.

Sumber : ganool.com

Read More...

Posted by AAP | di 19.32 | 0 komentar