Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Ngumpul Bareng Remaja se Kota Pekanbaru

Hai Hai Remaja....

Akan ada event yang cetar membahana badai terpampang nyata di garis khatulistiwa (S******* banget ya). Event ini bakal dilaksanain hari Minggu tanggal 26 Mei 2013 di Taman Rekreasi Alam Mayang Pekanbaru. Event yang luar biasa ini bakal beda deh dari event - event yang pernah diadain sebelumnya karena ada beberapa games yang belum pernah dimainkan sebelumnya dan ada hadiah - hadiah menarik yang bisa diperebutkan oleh para peserta.



Event yang dilaksanakan oleh STAR PKBI Riau dengan dukungan dari PKBI Daerah Riau, BPPPAKB Prov. Riau, dan BPPMKB Kota Pekanbaru ini akan diikuti oleh 100 remaja kreatif yang berasal dari beberapa sekolah dan perguruan tinggi se Kota Pekanbaru. Setiap sekolah atau perguruan tinggi yang diundang pada event ini akan diwakili oleh 8 remaja terpilih dari sekolah atau perguruan tingginya, wah pastinya seru banget ni event.

Event ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan Pelatihan Peer Educator dan Peer Counselor Relawan STAR PKBI Riau 2013, yang dilaksanakan 1 hari sebelumnya yaitu pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013.

Untuk kamu - kamu yang berasal sekolah atau perguruan tinggi yang diundang pastikan kamu ikutan di acara yang spektakuler ini, kamu bisa menghubungi ketua PIK R atau PIK M kamu masing - masing untuk memastikan keterlibatan kamu dalam event ini.

So, jangan sampai ketinggalan ya....

Untuk informasi lebih lanjut dapat hubungin STAR PKBI Riau dengan contact person :
- Ranny : 0831 8655 4433
- Angga : 0831 8711 2702

Read More...

Posted by AAP | di 13.58 | 0 komentar

Pelatihan Peer Educator & Peer Counselor STAR PKBI Riau Tahun 2013

Salam Remaja Riau, Remaja Riau.... Sehat... Cerdas... Kreatif...

Semakin lama STAR PKBI Riau mengembangkan sayapnya, semakin banyak remaja yang ingin bergabung menjadi relawan. Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dari relawannya, STAR PKBI Riau akan melaksanakan kegiatan Pelatihan Peer Educator dan Peer Counselor STAR PKBI Riau Tahun 2013. 

Para relawan yang ingin mengikuti kegiatan ini harus melalui proses seleksi dengan cara membuat abstrak mengenai remaja dan permasalahannya. Akhirnya setelah melalui proses seleksi, terpilihlah 18 orang relawan terbaik yang akan mengikuti kegiatan ini dari 20 target peserta yang ditentukan.

Para peserta pelatihan akan diajarkan bagaimana cara menjadi pendidik sebaya dan konselor sebaya yang handal dan terampil. Para peserta ini yang kedepannya akan menjadi penerus perjuangan remaja Riau. Para peserta akan difasilitasi oleh relawan - relawan remaja senior STAR PKBI Riau yang sudah pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Kegiatan ini juga akan menghadirkan narasumber - narasumber yang pastinya sangat berkompeten di bidangnya. 

 Pelatihan yang akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013 ini, akan difasilitasi dengan metode - metode yang sangat menarik dan bergaya remaja. Peserta akan diajak berdiskusi, role play, tanya jawab, dan juga diselingi dengan games - games menarik yang telah disiapkan oleh fasilitator. 

Adapun nama - nama relawan - relawan STAR PKBI Riau yang berhak mendapatkan tiket emas untuk mengikuti kegiatan Pelatihan PE dan PC STAR PKBI Riau Tahun 2013 adalah sbb : 
1. Uci Herminta
2. Nadia Reza 
3. Widia Rachmawati 
4. Suriski 
5. Aulia Adla 
6. Eliza I. G. 
7. Novia Akmelia 
8. Siti Khalijah 
9. Pramudya Adji Pradana 
10. Ari Julitha Arief 
11. Hikmah Rizky Utami 
12. Firsa Diorama 
13. Ahmad Ardiansyah 
14. Hersy Melya 
15. Muhammad Fajri 
16. M. Ramdhan Qodri 
17. Zahrina Emilda 
18. Maharani 

Selamat ya buat teman - teman yang sudah berusaha dan akhirnya berhasil untuk mendapatkan tiket emas kegiatan Pelatihan PE dan PC STAR PKBI Riau Tahun 2013. 

Informasi pelatihan ini dapat menghubungi :
- Ranny Saputri : 0831 8655 4433
- Ibnu Khalid : 0831 8711 2626

Read More...

Posted by AAP | di 13.58 | 0 komentar

Pengertian self Hipnotis

Pernahkan anda terhipnotis oleh pikiran anda sendiri..? dan apa yang anda lakukan...?

Sebelum masuk pada pengertian self hipnosis, perlu kami sampaikan bahwa manusia memiliki dua jenis pikiran yang mengendalikan perilaku setiap individu.




Kedua pikiran tersebut adalah pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sedangkan pengertian Self hipnotis merupakan perlakuan untuk memasuki pikiran bawah sadar kita sendiri sehingga kita dapat melakukan pembenahan ulang terhadap pikiran bawah sadar kita dan juga membersihkan data yang bertujuan untuk memberdayakan kita sendiri.

Self hipnotis ini tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Karena dari kedua pikiran yang kita miliki, ternyata pikiran bawah sadar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kita. Bahkan pikiran bawah sadar kita menyumbang sebesar 88% terhadap perilaku kita. Tentunnya nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pengaruh pikiran sadar kita yang hanya 12%.
Jika kita berhasil masuk di pikiran bawah sadar kita sendiri dengan teknik self hipnotis. Maka kita dapat melakukan berbagai instruksi kepada pikiran bawah sadar kita untuk melakukan tindakan – tidakan positif dan menghilangkan pengaruh negatif sesuai dengan keinginan kita sehingga tentunya dengan begitu kita dapat diberdayakan oleh pikiran kita sendiri.


semoga dengan adanya informasi di atas anda tahu akan self hipnotis tersebut.

Read More...

Posted by Iwan Kiddy | di 16.12 | 0 komentar

Fakta - Fakta mengenai kebohongan

terkadang bohong sulit dan mudah untuk di ucapkan, tetapi lebih bnyak mudah terpapar kan dari pada tidak berbohong. Di era modern dan digital, jauh lebih mudah dan umum bagi orang untuk berbohong. Anonimitas di internet memungkinkan kita untuk mengatakan apapun yang kita inginkan, terlepas benar atau salah, baik atau kejam, dengan tidak ada konsekuensi.



Sementara film dan televisi berhasil menciptakan teori menarik tentang cara mendeteksi pembohong, kenyataannya sulit untuk mendeteksi kebohongan. Dr Jeff Hancock dari Cornell University adalah ahli dalam bidang berbohong dan penipuan.

Dalam buku The Brave New World of Lying dan Deception, ia memaparkan empat temuan penting seputar kebohongan, seperti dilansir Yahoo:

Kita melakukannya setiap hari

Manusia berbohong, rata-rata sekira satu kali per hari, apakah lewat komunikasi tatap muka, di telepon, atau digital.

Sulit mendeteksi

Nyatanya, mata tidak selalu mengindikasikan kebohongan. Kita percaya bahwa mempelajari gerakan mata dan/atau perubahan suara seseorang akan membantu kita mendeteksi kebohongan seseorang. Kedua cara tersebut, tandas Dr Jeff, sebenarnya bisa dimanipulasi.

Berbohong untuk mendapatkan pasangan

Sekira 80 persen profil orang yang mencari jodoh lewat kencan online di Match.com memiliki setidaknya satu kehobongan, yakni soal tinggi, berat, dan usia. Kebohongan apa yang paling sering dilakukan wanita? Berat badan. Bagaimana dengan pria? Tinggi badan.

Alasannya, kedua hal tersebut lebih mungkin untuk berubah (misalnya, dengan diet, sepatu hak tinggi, dan lain-lain), berbeda dengan usia yang cenderung tidak bisa dibohongi, kecuali jika Anda menggunakan perangkat lunak pengeditan foto atau make-up berlebihan.

Kalimat pembohong

Profil pembohong bisa diketahui lewat tiga hal, yakni:

- Kerap mengeluarkan pernyataan dengan kata "saya" (yang memungkinkan seseorang untuk secara psikologis terkesan jauh dari kebohongan)

- Kerap menggunakan kata-kata "pengecualian", seperti "tetapi", "kecuali", "selain", dan lain-lain (untuk mengurangi kompleksitas dari kebohongan).

Lebih sering menunjukkan emosi negatif (apa lagi sesaat)

Dr Jeff menyebut faktor terakhir ini sebagai “menutupi rasa bersalah dengan kebohongan”. Misalnya, seseorang yang mengatakan, “Kecelakaan di jalan tadi yang membuat saya terlambat sampai kantor. Sungguh mengerikan”. Ini juga merupakan metode bawah sadar untuk merangsang rasa kasihan atau simpati dari pendengar, yang kemudian kurang terfokus pada kebohongan yang coba ia tutupi.

Read More...

Posted by Iwan Kiddy | di 00.57 | 0 komentar

Pelatihan Capacity Building Bagi Pembina dan Pengelola PIK Tahapan Tegak se Propinsi Riau

Dear all...

Wah gak terasa tepatnya 22 Juni 2011 lalu tim fasilitator dari STAR PKBI Riau baru aja selesai memfasilitasi kegiatan Pelatihan Capacity Building bagi Pembina dan Pengelola PIK se Propinsi Riau.

Kegiatan pelatihan yang terdiri dari 10 angkatan ini sementara telah menyelesaikan 5 angkatan yang terdiri dari 1 angkatan untuk pembina PIK dan 4 angkatan untuk pengelola PIK se Propinsi Riau.

Kegiatan Pelatihan yang diikuti oleh remaja - remaja beprestasi di Riau ini diadakan selama 3 hari pada setiap angkatannya.

Pada kegiatan ini para pembina dan pengelola PIK difasilitasi oleh tim fasilitator dari STAR PKBI Riau. Pada pelatihan kali ini peserta mendapatkan konsep - konsep pendidikan sebaya yang baik sehingga ketika kembali ke daerah asal peserta dapat menjadi pendidik sebaya bagi teman-teman di lingkungannya baik di rumah maupun di sekolah. Peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang TRIAD KRR + yaitu Seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS + PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan).

Diharapkan dengan adanya pelatihan capacity building ini dapat menambah kapasitas pendidik - pendidik sebaya sehingga dapat menularkan informasi yang benar dan berguna bagi perkembangan remaja.

Kegiatan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan capacity building tahapan tegak yang akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Juni 2011 yang terdiri dari 3 angkatan.

Read More...

Posted by AAP | di 00.20 | 1 komentar

Korban Pelecehan Pelukis Cabul Alami Trauma

TANGERANG - Anak-anak korban pelecehan seksual, Mursidi (42), guru lukis di Gang Labuh Lima RT 03 RW 02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami trauma.

Mereka tampak menangis tak henti-henti setelah mengalami tindakan amoral itu. Bahkan ada di antara mereka yang sampai sakit dan mengalami muntah-muntah karena tidak nafsu makan.

H Murmadi (55), ketua RT 03 RW 02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir mengatakan, tangis para siswa mulai reda saat mereka diwawancarai dan diberi nasehat oleh anggota Mapolsek Pamulang. "Setelah dinasehati, mereka baru pada mau makan," terang dia saat ditemui okezone di rumahnya, di Jalan Talas III RT 03 RW 02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Selasa (29/3/2011).

Murmadi mengaku cemas dengan sikap dan prilaku anak-anak yang terus menangis itu. Dia takut anak-anak korban pelecehan itu mengalami trauma. "Saya akan minta bantuan Komnas Perlindungan Anak agar mereka tidak trauma," terangnya. Perbuatan bejat pelaku terungkap Senin, 28 Maret 2011. Saat itu, para siswa yang pulang belajar mewarnai pulang menangis dan melewati pos yang dijaga Cece dan langsung menanyakan apa yang terjadi.

Namun, para siswa itu tidak mau menjawab. Bahkan, saat para orangtua mereka datang dan menanyakan kepada anak-anaknya juga tidak mau menjawab. Lalu, Cece bersama Amar, pemuda sekitar mendatangi rumah H Murmadi (55), Ketua RT 03/02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir. Di hadapan Murmadi, anak-anak itu mengaku dipegang dada dan kemaluannya oleh Mursidi, pelukis yang baru dua pekan tinggal di lingkungan tersebut.

Sumber : okezone.com
By : Anton STAR

Read More...

Posted by STAR Crew | di 03.01 | 0 komentar

Angka kematian ibu dan anak masih tinggi

Angka kematian ibu dan anak masih sangat tinggi, ini di karenakan beberapa hal seperti yang ada di daerah pangkalpinang angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak(AKA) meningkat setiap tahunnya hal ini di sebab kan karena minim nya pelayan puskesmas dan karena jauh nya sarana kesehatan yang harus di tempuh masyarakat, sehingga mereka enggan untuk ke puskesmas atau menemui bidan.

di jakarta Survei demografi Indonesia menunjukkan, terdapat 228 kematian ibu dalam 100.000 kelahiran dan 34 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kematian tertinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya.Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia menargetkan perbaikan kondisi kesehatan ibu dan anak secara konkret," terang Ruslidjah Siahaan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di sela penjurian Srikandi Award bagi 10 program Pos Bhakti Bidan terbaik yang diadakan PT Sari Husada bersama IBI, sesuai informasi pada sumatra ekspress.

Sebenarnya peran bidan menjadi salah satu ujung tombak. Sebab, bidan berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sekitar 60 persen persalinan dibantu bidan. Sedangkan dokter hanya berkontribusi lima persen dalam membantu persalinan. Hanya, masyarakat kurang menyadari peran tersebut. "Padahal, banyak bidan yang bekerja dengan tulus dan ikhlas di daerah pedalaman yang tidak tersentuh tenaga kesehatan lain.

ini mengembalikan kita kembali untuk peduli dan mengaktifkan posyandu - posyandu yang tidak aktif dan bukan hanya sebagai simbol belaka. . .

Penyebab kematian ibu tertinggi beluh berubah masih tetap perdarahan (34%-45%), terutama perdarahan postpartum, kemudian hipertensi pada kehamilan (15%-25%), infeksi (10%-11%) dan partus lama (5%-7%). Masih tingginya dan lambatnya penurunan tingkat kematian ibu dan anak tampaknya berkaitan dengan faktor-faktor yang bersifat mendasar dan langsung dari ibu dan anak itu sendiri.

Read More...

Posted by STAR Crew | di 21.03 | 0 komentar