Tampilkan postingan dengan label Wisata/Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata/Travel. Tampilkan semua postingan

Pulau Jemur (luas 250 ha) adalah sebuah pulau milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagansiapiapi dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia. Pulau ini merupakan pulau terluas dari Kepulauan Arwah, gugusan sembilan pulau, di antaranya Pulau Jemur, Tokong Emas, Tokong Simbang dan Labuhan Bilik.

Pulau Jemur tidak berpenghuni dan hanya menjadi tempat persinggahan bagi nelayan yang sedang melaut. Sebuah pos TNI-AL didirikan di pulau ini untuk kepentingan pengamatan dan navigasi.

Pulau ini sempat menjadi objek sentimen anti-Malaysia di Indonesia, setelah sejumlah media Indonesia pada bulan Agustus 2009 melaporkan bahwa Malaysia bermaksud mengelola Pulau Jemur sebagai tujuan wisata.Melalui situs traveljournals.net. Kepemilikan sah Pulau Jemur (dan gugusan Kepulauan Arwah) oleh Indonesia didasarkan atas sertifikat tanah yang dimiliki oleh Raja Siak. Ketegangan ini baru mereda setelah diketahui terdapat pulau bernama Pulau Jemor sebagai bagian dari Kesultanan Selangor.

Banyak orang di Indonesia belum mengetahui tentang adanya Pulau Jemur selain permasalahan klaim oleh Malaysia. Untuk mencapai lokasi Pulau Jemur , selain menyewa kapal nelayan, pengunjung juga bisa menggunakan jasa penyewaan speedboat yg bisa mengisi 60-100 penumpang tergantung besar kecilnya speedboat. Perjalanan dari pelabuhan Bagansiapiapi membutuhkan waktu 2 jam.

Pulau Jemur terkenal dengan panorama alam seperti pantai berpasir putih dan sebagai habitat penyu hijau. Perintah Kab Rokan Hilir telah memdirikan pusat penangkaran penyu hijau meskipun belum terawat dengan baik. Perairan di sekitar pulau ini terkenal sebagai daerah penghasil ikan.


By : Anton STAR

Read More...

Posted by AAP | di 16.11 | 0 komentar

Outbound di Bukit Naang

Dear remaja,,,,
Bagi temen - temen yang senengnya jalan - jalan nseneng dengan kegiatan yang dapat memacu adrenalin, saat ini di Kabupaten Kampar, Riau, tepatnya di daerah Bukit Naang terdapat sebuah tempat outbound yaitu "Bukit Naang Treetop Adventure Park". Nah, kali ini STAR pengen share pengalaman STAR outbound di Bukit Naang.

Untuk mencapai lokasi outbound Bukit Naang ini dapat menempuh dua jam perjalanan darat dari Kota Pekanbaru. Sesampainya di gerbang Bukit Naang Adventure Park, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 5.000,- per orang, selanjutnya untuk dapat menikmati kegiatan outbound dikenakan biaya Rp 50.000,-, per orang untuk dewasa dan Rp 30.000,- per orang untuk anak - anak.

Kegiatan outbound ini dimulai dengan pengarahan oleh instruktur outbound yang telah terlatih, pengarahan ini diberikan agar peserta dapat mengikuti outbound ini dengan fun n safety tentunya. Selama mengikuti outbound peserta akan dilengkapi dengan peralatan - peralatan yang dapat menjamin keselamatan seperti harnes, carabiner, pulley, sling, webing, dan pastinya untuk safety di kepala kita wajib menggunakan helm.

Kegiatan outbound dimulai dengan menaiki tali untuk menuju sebuah rumah pohon dengan tinggi lebih kurang 5 meter, dan kemudian dilanjutkan dengan flying fox yang pertama. Kemudian dilanjutkan dengan melintasi sebuah sling dengan tumpuan dua buah tali sebagai pegangan. Ada juga permainan yang mengharuskan kita untuk menggelantung pada tali seperti seorang tarzan. Puncaknya kita akan dihadapi dengan Flying Fox lebih kurang 20 meter dari permukaan tanah, cukup untuk dapat memacu adrenaline.
Di Bukit Naang, selain outbound juga terdapat beberapa hiburan yangdapat kita nikmati seperti waterboom dan berpetulang dengan ATV. Pokoknya seru deh, klo mau tau serunya langsung aja ke Bukit Naang.

Moga dapat menambah referensi temen - temen untuk mencari tempat hiburan yang fun n seru pastinya....

By : Anton STAR

Read More...

Posted by AAP | di 12.12 | 0 komentar

Air Terjun Tujuh Tingkat di Kuansing

Dear remaja,

Kali ini kita pengen share pengalaman waktu kita bareng - bareng ama teman - teman relawan remaja STAR ngadain touring ke Kuansing. Disana kita sempet jalan - jalan ke satu air tejun yang indah banget. Moga dapat menjadi referensi wisata alam di Provinsi Riau untuk teman - teman, namanya Air Terjun Tujuh Tingkat

Air Terjun Tujuh Tingkat ini terdapat di Batang Koban Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan, merupakan salah satu air terjun terindah dan tertinggi di Kuansing. Kawasan ini dapat ditempuh melalui jalan darat kemudian dilanjutkan dengan menggunakan boat selama sekitar 15 menit ke daerah hulu sungai.
Dari pasar Lubuk Jambi menuju Desa Lubuk Ambacang dengan waktu tempuh kendaraan sekitar 20 menit perjalanan dengan kondisi jalan aspal. Bisa juga masuk dari Desa Jake, simpang pos polisi ke Desa Serosah, Mudiak Ulo hingga ke Desa Koto Kombu melalui jalan tanah dengan waktu tempuh kendaraan sekitar 40 menit.

Menjelang ke Desa Lubuk Ambacang, dari Koto Kombu kita melewati jembatan beton yang membentang di atas Sungai Kuantan. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan boat bermuatan antara 15 hingga 25 orang yang dapat ditemui di bawah sekitar jembatan atau pun di Pasar Lubuk Ambacang dengan harga sewa Rp150 ribu.
Dari sini kita akan menyusuri sungai ke bagian hulu dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Selama perjalanan itu kita dapat menikmati hijaunya pepohonan di antara bukit dengan kemiringan antara 45 derajat hingga 70 derajat. Semakin ke hulu lebar sungai semakin mengecil dan debitnya pun semakin deras.
Tak jauh dari jembatan, kita akan melewati Pulau Tempurung. Air di sini melengkung seperti tempurung. Dari kejauhan air yang mengalir nampak tenang, namun jika dilewati arusnya cukup deras, terutama saat Sungai Kuantan lagi surut. Boat harus berjalan pelan-pelan di pinggir tebing dan di antara bebatuan. Tapi jika air dalam, arus yang dihasilkan tidak terlalu kencang, boat dapat melaju di tengah sungai.
Tanpa terasa kita pun sampai ke lokasi, boat-pun ditambat di dermaga yang dibangun PemKab Kuansing beberapa tahun lalu dengan jembatan kayu membentang di atas sungai kecil aliran air terjun tujuh tingkat itu.

Dari dermaga ini kita sudah dapat melihat air terjun pertama yang gemuruh airnya jelas terdengar dari muara sungai. Dari air terjun pertama hingga air terjun keempat, pengunjung dapat melewatinya dengan menyusuri tebing-tebing terjal melalui tangga beton di antara pohon-pohon yang masih asri.

Di sinilah petualangan itu dimulai, ketika kita melewati tingkat keempat hingga tingkat ketujuh. Setiap pengunjung harus berjalan di antara tebing-tebing yang kemiringannya antara 45 hingga 85 derajat. Bagi pecinta alam, tantangan seperti ini merupakan medan yang mengasyikkan guna membangkitkan adrenalin.

Pendakian melewati tebing dan bergantungan di antara akar-akar pohon, cukup menguras energi. Jarak antara air terjun berkisar antara 50-100 meter. Meski menempuh medan yang cukup berat, namun ini tidak akan membuat pengunjung bosan. Karena setiap air terjun memiliki karakteristik dan keindahan yang berbeda.

Setelah melewati air terjun keenam, tak berapa jauh dijumpailah air terjun ketujuh, dengan ketinggian mencapai 30 meter lebih. Yang sungguh menakjubkan, di kolam air terjun ini tergambar dua lapis pelangi, hasil bias cahaya matahari dari percikan air terjun yang menghasilkan hembusan angin kencang.

By : Anton STAR

Read More...

Posted by STAR Crew | di 17.47 | 0 komentar

Pantai Selat Baru di Bengkalis



Pantai Selat Baru merupakan pantai terindah kedua di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama Pantai Selat Baru sendiri diambil dari nama desa dimana pantai ini berada, Desa Selat Baru, yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan.

Terbukti di kawasan itu digelar pesta pantai setiap tahunnya. Pada event tersebut diadakan berbagai perlombaan, seperti lomba perahu jong, gasing, dan layang-layang. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah setempat.

Pantai Selat Baru memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir halus sepanjang 2 kilometer dengan jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Gelombang laut di pantai ini relatif stabil, tidak lebih dari 1 meter, kecuali pada musim angin utara. Dari tempat ini membias biru Gunung Ledang di negeri jiran, Malaysia. Konon, di gunung itulah Hang Tuah dan Hang Jebat berkelahi. Sambil menikmati desir angin dan riak gelombang laut dari Selat Malaka, kehadiran elang laut yang terbang sambil memangsa ikan di pinggir pantai, menjadi pemandangan menarik bagi pengunjung. Pantai Selat Baru Terletak di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia.

Pantai Selat Baru terletak di utara ibukota Kabupaten Bengkalis. Berjarak kurang lebih 7 (tujuh) kilometer dengan jarak tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Dari Pekanbaru, pengunjung dapat menggunakan transportasi air dengan mengarungi Sungai Siak menuju pelabuhan Bengkalis. Jarak tempuhnya sekitar 5 (lima) jam. Akses lain yang dapat digunakan pengunjung adalah jalur darat. Yaitu, naik bus dari Pekanbaru menuju Kabupaten Siak melewati jalur lintas timur Sumatera. Jarak tempuhnya lebih kurang 2 (dua) jam. Dari pelabuhan Siak, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat menuju pelabuhan Bengkalis dengan jarak tempuh sekitar 2 (dua) jam.

Di tempat ini pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti berjemur (sun burning) di pantai, berselancar (surfing), berperahu (boating), berenang (swimming), dan memancing (fishing). Kecuali itu, di kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional yang tinggal menunggu waktu pengoperasiannya dan kapal penyeberangan ferry (RO-RO) menuju Sungai Pakning, yang menghubungkannya dengan Riau Daratan dan kota-kota lain di Sumatera. Rencananya Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga akan membangun bandar udara, sehingga memudahkan pengunjung datang ke sana.

By : Iyan STAR

Read More...

Posted by STAR Crew | di 09.58 | 0 komentar

Rip Curl "Surfing With Bono"

Sebanyak 17 orang yang tergabung dalam RIP CURL (www.ripcurl.com) telah berkunjung ke Teluk Meranti Kec Teluk Meranti Kab Pelalawan Riau dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan Project Bono (Surfing With Bono) Search Expedition pada 17 – 24 Maret 2011 sekaligus juga ingin mendokumentasikan gelombang bono yang terdapat di muara sungai kampar agar dapat lebih dikenal di seluruh dunia.

Adapun 17 orang tersebut adalah : Arnaud Decarne (FRA), Antony Colas (FRA), James Hendy (UK), juga ditambah dengan media expert yang akan melakukan pendokumentasian yaitu Jean-Patrick Mothes (FRA), Lachlan McKinnon (AUS), Jonathan Frank (AUS), Stéphane Queme (FRA), Edward Grambeau (AUS), Nate Lawrence (USA), Vincent Lartizien (FRA), Michel Larronde (FRA), SYAHRIM HJ (IND), serta beberapa orang yang bagi orang umum mereka tidak begitu terkenal, namun kalau untuk komunitas peselancar mereka tidak asing lagi yaitu : Tom Curren (USA) Alive surfing legend and 4 times world champ, Bruno Santos (BRZ) TOP 3 ASP South America and former ASP WT 2010 and 2006 Junior World Champ ISA, Tyler Larronde (FRA) big media push on 2010 and Younger Tow surfer ever/ Biillabon XXL qualification, Dean Brady (AUS) RC Australia Official team leader, dan Oney Anwar (IND) RC Asia Official team leader.

Kedatangan mereka merupakan garapan kegiatan dari RIP CURL sebagia organizer programme. Dan untuk persiapan di daerah River Defender menjadi salah satu key actor untuk kegiatan ini. Karena berdasarkan pengalaman yang telah dirasakan oleh River Defender pada tahun 2010 yang lalu, dimana begitu banyak kendala dan hambatan baik di tingkat pemerintahan bahkan kepolisian ketika River Defender juga membantu dan memfasilitasi para peselancar yang datang dari Perancis, Brazil dan German untuk berselancar dengan gelombang bono pada September dan Desember 2010 yang lalu.
Atas dasar itu, River Defender meminta kepada perwakilan dari team RIP CURL yang akan berselancar dengan gelombang bono untuk dapat melaungkan waktu bertemu dengan Pemerintah Daerah Riau dan Pihak Kepolisian sebagai sebuah bentuk penyampaian maksud dan tujuan mereka.
Ternyata permintaan itu dikabulkan 2 orang perwakilan RIP CURL team sudah sampai di Pekanbaru pada Senin (14/3), dan melalui River Defender 2 orang perwakilan yaitu Arnaud Decarne (FRA) posisi sebagai Project Manager dan Antony Colas (FRA) sebagai Event Coordinator dapat bertemu dengan Pemerintah Daerah Riau yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Riau. Tepat pada hari Selasa (15/03) 2 orang perwakilan bertemu dengan Kepala Disbudpar Propinsi Riau (Bapak M Yamin) di Kantor Disbudpar Riau tepatnya di Ruangan Muara Takus. Acara dimulai tepat pada pukul 10.00 wib. Inti dari pertemuan ini adalah penyampaian maksud dan tujuan RIP CURL ke sungai kampar dan juga memberikan informasi bahwa potensi gelombang bono ini merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata internasional.

Setelah itu, River Defender juga membantu mempertemukan mereka dengan Pihak Kepolisian Daerah Riau yaitu dengan Polisi Pariwisata (Ibu Azenita) dan Intelkam Polda Riau (Bpk Zahwani Pandra Arsyad).
Kita diterima dengan sangat baik dan segala pengurusan dokumen pemberitahuan dan surat izin atas kegiatan yang akan dilakukan sungguh begitu baik. Well Done buat semuanya.

Semoga kedepan wisata selancar dengan gelombang bono ini dapat lebih diperhatikan oleh Pihak Pemerintah kita. River Defender siap untuk membantu selama dengan adanya wisata sungai ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar sungai kampar.

Sumber : kamparriverdefender.blogspot.com (RIP CURL saja tertarik dengan gelombang bono)

By : Anton

Read More...

Posted by STAR Crew | di 06.04 | 1 komentar